Tampilkan postingan dengan label Gerimis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerimis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

Sajak Malam


diantara kelam malam
cahaya lampu berpendar memeluk bisu segala dingin
sedang di langit bintang sembunyi
menghilang bersama putaran waktu
 dan hujan
tetiba berjatuhan membawa nyeri
tapi aku masih saja berjalan
mencari dimana hatiku kau sembunyikan

--- 

Rabu, 16 Mei 2012

Diam Malam

Kemudian diciptakanlah malam, tempat matahari menitipkan terangnya pada rembulan, agar setia dijaganya meski dalam diam.

Dan terciptalah rindu di sepanjang malam yang berlalu, ruang tempat sebuah jejantung berdenyut cinta, meski tanpa kata dari bibirnya.

Adalah angin malam, dimana desir dan setiap pepohonan yang disapanya berbagi rahasia, tentang sepotong hati yang jatuh dalam cinta.

Dan langitpun bersekutu membisu di hitamnya, tak hendak membongkar sekatapun tentang ia, yang memuja lelakinya bersama diamnya.

Senin, 23 April 2012

Khayalan

Bisakah kau berhenti menjadi khayalan belaka? 
Mengapa kau tak mewujud saja. 
Hadir nyata. 
Keluar dari angan-angan yang terus meraja.

Mungkin hanya sang waktu yang akan menjawab pertanyaan itu.

Menyusuri setiap sudut hati mencari pasti.
Adakah khayalan akan terus serupa fatamorgana.
Yang terus hadir tanpa pernah bermakna.
Tapi cinta terkadang membutakan segalanya.
Menutupi kenyataan atas hasrat yang tak rela ia ada.
Hingga khayalan terus bertahta.

Sabtu, 18 Februari 2012

Seperti Kunang-Kunang Dan Bintang Yang Mencintai Malam

Aku dan engkau, seperti kunang-kunang dan bintang yang mencintai malam. Ribuan jarak dari hatimu, dengan sayapku yang rapuh, setiap helaan nafas aku berusaha mencari cintamu. Pada setiap dingin malam yang menghujam sunyiku. Pada setiap gelap malam yang menghalangi pandanganku dari adamu. Tapi engkau tetap tak terjangkau pelukku.

Jika telah  kutitipkan semua cintaku pada desir angin malam yang menyapa, berharap agar bermuara menuju hatimu, adakah ia benar-benar sampai padamu? Atau aku tetaplah kunang-kunang yang terus memujamu, dan engkau tetaplah bintang yang tak akan pernah terpeluk olehku?

Mungkin selamanya akan tetap begitu. 
Aku dan engkau, seperti kunang-kunang dan bintang yang mencintai malam.
Hanya begitu..

Rabu, 11 Januari 2012

Beri Aku Cinta


beri aku cinta, tapi tanpa jatuh
jatuh itu sakit, sangat
bagaimana kalau kita melayang saja 
bergandengan tangan kita melayang
terbang menjemput rembulan
menari di bawah hujan
memetik pelangi
terus melayang
tanpa pernah jatuh
tanpa pernah sakit

Sabtu, 07 Januari 2012

Letih

akulah rindu, dan kau pintu yang kutuju
ditemani waktu aku terus berdiri di depanmu
mengetuk, menunggu
sungai kecil di pipiku tak lagi mengalir
ketakperdulianmu membuatnya mengering

akulah rindu, dan kau pintu yang kutuju
dengan sisa nafas kuteriakkan cintaku
agar suaranya mampu menyentuh hatimu
dari hari ke hari suaranya meletih tak berdaya
dan kau tetap terkunci bersama diammu

padahal aku begitu ingin pulang 
kepelukanmu, merebahkankan segala tenang




Kamis, 24 November 2011

Serupa Selembar Daun Yang Terakhir

hening
hanya reranting berdenting
beradu ditiup angin semilir
meluruh dedaunan
terhempas satu demi satu
jatuh menemui bumi
dan kesunyian kita
serupa selembar daun yang terakhir :
sepi
sendiri
menanti

Sabtu, 19 November 2011

Lebih Dari Apapun

dan lebih dari apapun di jagat ini
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
menyatukan setiap rasa yang singgah di benak kita di situ
mengajakmu ke tempat dimana cinta pertama kali menemukan kita
tempat dimana degup jantung kita berkejaran karena cinta
tempat dimana harapan begitu indah terangkai di sela kecupan mesra
tempat dimana wangi asmara tertinggal di setiap jejak langkah kita
tempat dimana bahagia berjatuhan serupa embun yang luruh dari dedaunan saat pagi tiba
tanpa harus terganggu lara yang terkadang diam-diam menyelinap diantaranya

dan lebih dari apapun sepanjang waktu yang berjalan
aku hanya ingin kau rengkuh dalam hangat dekapan
hanyut mengikuti aliran kedamaian yang tercipta dari hangatnya
menikmati setiap detik yang kau beri dalam hembusan bahagia
detik saat sentuhanmu menjelma puisi
detik saat suaramu membisikkan segala kalimat cinta
detik saat tatapanmu berubah desir sunyi yang memabukkan
detik saat aku begitu utuh tergenapi segalamu
detik-detik saat siang dan malam tak lagi ada bedanya untukku

gengaman tangan dan hangat dekapan
sanggup merangkum segala rasa
yang terkadang tak mampu disampaikan oleh kata-kata

Sabtu, 12 November 2011

Biru

diantara kau dan langit, 
aku adalah hujan, 
yang senantiasa luruh dalam ribuan kerinduan

barangkali malam adalah tempat untukku,
menyembunyikan segala gerimis,
dari tatapan matamu yang serasa candu

cinta membuatku mampu menangkap bayanganmu,
di antara basah dedaunan,
yang tabah memeluk dingin angin malam

kesedihan telah menggigit kata-kata hingga tak berdaya,
tinggal sepiku yang kelu, biru, bisu,
mengalirkan perihnya dalam tetes air mata

tapi keabadian ternyata masih ada,
saat kuingat kedua lenganmu  yang mendekap hangat tubuhku,
erat tanpa jeda

kau semesra puisi-puisi cinta,
yang kusembunyikan lewat sentuhan-sentuhan kita,
kemudian abadi dalam ingatan

yang kumengerti hanya mencintaimu,
luka akan kunikmati,
sepi akan kujalani

kebahagiaan hanyalah tujuan,
dan kita terkadang hanya tak mampu,
menemukan jalan pulang
---

  dear, aku kangen...

Minggu, 09 Oktober 2011

Jarak

kemudian...
jarak itu dibentangkan antara kita
agar makna mampu tercipta pada setiap ruang diantaranya
benih kasih sayangpun ditiupkan dalam desir sunyinya
agar kita mampu menjaganya hingga berputik dan berbunga

tapi satu pintaku :
jangan terlalu lama kau susuri jarak yang ada
jalanku terlalu sepi tanpa ada kau di sana

Kamis, 29 September 2011

Yang Telah Berlalu

dan...
wangi kopi yang terbawa asapnya yang membumbung 
tiba-tiba menyatukan mozaik-mozaik masa lalu yang berhamburan di langit senja
masa yang pernah kita lewati bersama
masa yang pernah mengajarkan kita mengeja arti bahagia
sebelum ia menguap kemudian menjadi dingin
meninggalkan ampas pahit yang menghitam di dasar hati

Selasa, 27 September 2011

Hening

di antara kau dan aku
bisu meski hati sesak dipenuhi kata yang ingin terucap
hening adalah satu-satunya bahasa diantara kita
tapi ia seakan memiliki jantung
yang menghela nafas cinta
denyutnya terasa satu demi satu
membawa apa yang tak mampu terkatakan
sejenak melayang berayun di udara
kemudian seperti gelombang ia terus mengalir
berakhir dan berlabuh di hati kita

Minggu, 25 September 2011

Jika Kau Bertanya...

jika kau bertanya apa itu cinta
lihatlah dengan hatimu kedua mataku
cahaya cinta meninggalkan jejak berkilau disana

jika kau bertanya mengapa bisa begitu
tulus dari dalam jiwaku akan kujawab
semua itu karena kamu

jika kau masih bertanya mengapa harus kamu
jujur aku tak tahu pasti harus menjawab apa
karena kata-kata tak pernah cukup untuk menyampaikan isyarat hatiku

ps :
entah untuk yang keberapa kalinya, hanya ingin bilang : aku mencintaimu...

Kamis, 28 Juli 2011

Ketulusan

Ketulusan tak akan pernah mampu kau temukan dalam kata
Ia lebih dapat teraba dari gerak yang tercermin dalam perbuatan
Sekumpulan perhatian yang terurai dalam tingkah lakunya
Juga tanpa alasan yang biasa terwakili 'karena'

Saat perhatian diberikan, dia hanya berbuat tanpa banyak kata
Saat pujian disampaikan, binar matanya adalah tanda
Saat memberi, potongan cinta akan kau temukan terselip di sana
Dan hatimu tak akan pernah tersesat dalam lupa

Ketulusan bukan kata dan hanya kau dapati dalam rasa
Seperti cahaya matahari pagi yang menghangatkanmu
Tanpa kata tapi kau merasakan hangatnya
Begitulah ketulusan, meski tanpa kata, tapi nyata di rasa adanya

Rabu, 20 Juli 2011

Miss You

Jutaan rasa berterbangan di langit siang
yang berhias saputan mendung
Aku menangkap satu : rindu
dan ingin menikmatinya bersamamu
Maukah kamu ?


Note :
Siang, mendung, dan rindu...
Ditulis di sudut hati yang membiru

Selasa, 19 Juli 2011

Diam Perempuan

diamnya perempuan
adalah kumpulan kata-kata yang terpenjara dalam hati, terikat dalam kebungkaman, hanya menanti, untuk dimengerti

diamnya perempuan
adalah barisan ketidakberdayaan yang menghuni jiwa, membias dalam diam-diam doa, melahirkan kepasrahan, kemudian menanam harap pada esok

Jumat, 15 Juli 2011

Pagi Biru

biru meluruh di sekujur pagi
berbisik sebuah tanya 
adakah bayanganku yang kau pindai di sana ?
sedang di sini rasa melarut
bersama secangkir kopi tanpa gula
sementara di luar
pepohonan berdenting dalam sunyi
jika masih tersisa cinta
tulus kupinta
kecup aku
dengan
manisnya doa
---

Mencintaimu dengan do'a, do'a, dan do'a
Heii, aku akan mengingatnya

Rabu, 13 Juli 2011

Temani Aku

Kau... Temani aku berjalan di bawah rintik gerimis. Terus berjalan hingga kita temui pelangi di ujungnya. Berdua aku ingin mengukir senyum di bibir, mengusir segala getir.

Genggam jemariku.

Akan kuajak kau menemui benakku. Kutunjukkan kepingan rindu yang berserak memenuhi jiwaku.
Akan kuajak kau menyusuri nadiku. Kutunjukkan cinta yang mengalir menembus jantungku.
Akan kuajak kau menuju mataku. Kutunjukkan risaunya karena tak menemukan bayanganmu.
Akan kuajak kau bertanya pada tanganku. Betapa yang diinginkannya hanya untuk mendekapmu.
Akan kuajak kau kedalam mimpiku. Akan kau dapati hanya kau yang ada saat lelapku.
Akan kuajak kau ke peparuku. Helanya terasa sesak saat jarak terasa begitu jauh antara kau dan aku.
Akan kuajak kau ke setiap sudut kepalaku. Akan kau sadari semua warna rasa berawal dan berakhir karenamu.

Setelah kau temani aku, akankah kau semakin mengerti : Betapa cintaku tak pernah menjeda oleh waktu.

Rabu, 06 Juli 2011

Berhenti (Sejenak)

Jika diijinkan...
Bolehkah detik berhenti barang sejenak
Hanya sejenak
Aku tak butuh lama
Aku ingin menatap teduh bola matamu
Dengan hati bening
Tak ada prasangka
Ditemani desir lembut sang angin
Tanpa detik yang memburu
Ingin kupastikan hatimu
Adakah aku disitu ?

Bolehkah detik berhenti barang sejenak