Selasa, 07 Juni 2011

Menua Bersamamu

Menua bersamamu. Itu dambaku...
  • Selalu. Ada saatnya nanti, engkau membangunkanku dengan kecupan pagi tanpa perduli segala keriput di pipi.
  • Selalu. Ada saatnya nanti, kita saling mengucap harapan di sela pelukan panjang saat tengah malam tiba di setiap tanggal lahir kita.
  • Selalu. Ada saatnya nanti, kita bergandengan tangan menyusuri setiap kenangan, dan engkau mencoba mengingatkanku kembali tentang segala yang pernah terjadi. (Kau tahu, aku selalu merasa bakal pikun lebih dulu dibanding dirimu)
  • Selalu. Ada saatnya nanti, kita pergi jalan-jalan dengan cucu kita, dan berdebat apa yang sebaiknya kita lakukan saat cucu kita mulai berulah. (Kau selalu begitu : menginginkan yang terbaik buat anak-anak. Kau pasti akan melakukan hal yang sama pada cucu kita)
  • Selalu. Ada saatnya nanti, kita saling menemani melewati sore dan menikmati secangkir teh melati kesukaan kita. Cukup satu setengah sendok teh gula untuk cangkirmu bukan ?
  • Selalu. Ada saatnya nanti, engkau membantu menyisir rambut putihku karena tanganku yang renta mulai kesulitan menyisir dan menggelungnya.
  • Selalu. Ada saatnya nanti, kita saling mengantar chek up kesehatan ke tempat dokter langganan.
  • Selalu. Ada saatnya nanti, setelah sujud-sujud kita, engkau duduk menengadahkan tangan berdoa dengan suara tuamu yang gemetar, dan aku duduk sedepa di belakangmu, mengamini.
  • Selalu. Ada saatnya nanti, dimanapun dan kapanpun aku selalu bisa menemukanmu. Tak jauh dari pandanganku. Menjagaku.

Ingin menua bersamamu, Cinta...
Aamiin...

2 komentar: